Kamis, 30 April 2015

Komiku dan Olin (Komunikasiku dan Orang Lain)

Sebagai makhluk sosial, manusia selalu berkomunikasi dengan sesamanya. Komunikasi merupakan dasar membangun hubungan antarmanusia, agar tercapai suatu pengertian atau kesepakatan bersama.
          Komunikasi adalah proses penyampaian suatu pesan oleh seseorang kepada orang lain, untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik langsung, maupun tidak langsung. Jadi, tujuan komunikasi adalah memberitahu, mengubah sikap, pendapat atau perilaku.
          Kemampuan berkomunikasi adalah kemampuan membina hubungan dengan sesamanya. Komunikasi bukan sekedar kemampuan alami yang sudah diperoleh sejak lahir sehingga tidak perlu dipelajari.
          Dalam berkomunikasi tidak saja diperlukan kemampuan berbicara, tetapi juga keterampilan dan kepekaan untuk mengamati keadaan orang lain agar komunikasi bersifat timbal baik. Dengan demikian, terjadi dialog sehingga tercapai saling pengertian.
          Komunikasi yang disampaikan dengan ucapan (bahasa) disebut komunikasi verbal. Komunikasi tanpa ucapan disebut komunikasi non-verbal. Contoh: gerakan tubuh, senyuman, sorotan mata, dan kerutan kening.
          Komunikasi melibatkan 4 komponen inti, yaitu sebagai berikut:
1.     sumber, yaitu komunikator atau orang yang menyampaikan pesan;
2.    penerima, yaitu orang yang menerima pesan;
3.    pesan, yaitu segala simbol, baik verbal maupun non-verbal yang disampaikan;
4.    saluran, yaitu media yang mengantarai pesan, agar sampai pada penerima pesan. Contoh telepon dan udara.
Komunikasi yang efektif terjadi jika:
a.    pesan dapat dimengerti;
b.    sumber dapat dipercaya;
c.    tanggapan penerima pesan sesuai dengan pesan yang disampaikan.
Komunikasi demikian membantu seseorang belajar memahami orang lain dan mambantu orang lain memahami dirinya.
          Sebaliknya, komunikasi yang tidak lancar dapat mengakibatkan kesalahpahaman, konflik, pertentangan pendapat, bahkan perselisihan. Komunikasi tidak efektif jika terdapat perbedaan persepsi mengenai informasi yang disampaikan dan yang diterima.
          Ada beberapa hal agar pesan yang disampaikan dapat dimengerti oleh penerima pesan, yaitu sebagai berikut:
1.     Sumber secara jelas “memiliki” pesan yang disampaikan:
Kalimat yang disampaikan menggunakan kata: saya, aku, menurut saya, dan sebagainya. Penggunaan kata-kata itu menunjukkan tanggung jawab pribadi atas informasi yang disampaikan. Pesan yang dimulai dengan kata-kata: kebanyakan orang, kata orang, atau menurut kabar, merupakan istilah yang menyulitkan karena tidak jelas, apakah pesan itu hasil pemikiran orang lain atau hanya mengulang perkataan orang lain.
2.    Pesan yang lengkap dan spesifik:
Informasi harus lengkap dan spesfik, agar tidak terjadi kesimpangsiuran atau kesalahpahaman.
3.    Pesan verbal selaras dengan pesan non-verbal:
Hal ini sangat penting pada komunkasi tatap muka. Contoh: mengucapkan terima kasih dengan wajah tersenyum dan ramah (bukan dengan muka sedih atau cemberut).
4.    Mengulang pesan:
Pesan diulang lebih dari satu kali dan menggunakan lebih dari satu media komunikasi (berbicara, gambar, dan tulisan), agar memperjelas isi pesan.
5.    Meminta umpan balik
Meminta umpan balik dari penerima pesan penting dilakukan agar dapat dketahui apakah pesan telah diterima sesuai dengan yang dimaksud akan pemberi pesan.
6.    Sesuai dengan sudut pandang dan cara berpikir penerima pesan:
Pesan disampaikan menurut sudut pandang dan cara berpikir penerima pesan. Pesan yang sama dapat disampaikan dengan cara yang  berbeda pada kalangan yang berbeda. Dengan demikian penerima pesan lebih mudah memahami apa yang disampaikannya.
7.    Pengungkapan perasaan:
perasaan dinyatakan dengan ucapan, tindakan atau kiasan yang sesuai dengan perasaan itu. Contoh: Saya merasa sedih. Saya seperti ingin menangis. Hati saya seperti tertusuk.
8.    Tidak menghakimi atau menilai:
Menjelaskan periaku orang lain dengan tanpa menilai atau menghakimi orang itu. Misalnya dengan mengatakan: Saya dapat marah kalu kamu menggangu saya, sebagai pengganti: Kamu egois dan menjengkelkan.
Selain pesan yang jelas, aspek lain dalam komunikasi adalah kepercayaan atas sumber informasi. Sumber yang memiliki kredibilitas (keterpercayaan) baik adalah seorang yang dapat diandalkan dan konsisten dalam perilaku dan perkataannya, memahami topik yang dibicarakan, aktif, berempati, dan mudah berkomunikasi.

          Kredibilitas sumber tergantung pula pada motivasi atau tujuan dari penyampaian informasi. Jika motivasinya baik, pesan itu menjadi bermanfaat. Jika motivasinya keliru atau menyimpang karena ada maksud lain yang tersembunyi, informasi menjadi tidak dapat dipercayai lagi. 


Sumber :


Martono, Lydia Harlina dan Satya Joewana. 2006. Belajar Hidup Bertanggung Jawab: menangkal narkoba dan kekerasan. Jakarta: Balai Pustaka
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Setelah mendapatkan materi mengenai Komunikasi pada Kegiatan Bimbingan oleh Guru BK, selanjutnya Anda dapat segera mengisi Jurnal Siswa di bawah ini:


Terima Kasih dan Selamat mempraktekan hasil dari materi ini yah di kehidupan sehari-hari (^_^) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar